Hubungi Kami : 031-3811966
mengapa-apk-apm-kita-rendah

Universitas Muhammadiyah Surabaya Pada kali ini melaksanakan yudisium secara daring, dikarenakan keadaan yang masih belum memungkinkan untuk bertatap muka. Pelaksanaan Yudisium tersebut tetap tidak mengurangi esensi dari yang seharusnya walau secara virtual. Pascasarjana dalam hal ini yang mengambil kebijakan untuk melaksanakan Yudisium tersebut terdiri dari dua gelombang. Gelombang I diadakan pada hari Ahad tanggal Sembilan bulan Agustus tahun Dua Ribu Dua Puluh telah diadakan Yudisium dan Orasi Ilmiah  dengan tema “Kontribusi Pendidikan Tinggi terhadap Pengembangan SDM Indonesia” dengan narasumber  Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag. (Guru Besar Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya pada Waktu : 08.00 WIB s.d Selesai.

Pada kesempatan ini, sesuai dengan tema yang beliau paparkan adalah Pengembanga Sumber Daya Manusia. Sebagai pembukaan beliau memberikan gambaran Sesuai dengan Amanat Pembukaan UUD ‘45 : “……memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…..”.


Dan Amanat Pasal 3 UU No. 20/2003 Tentang Sisdiknas: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Berdasarkan data yang beliau miliki ternyata Jumlah sarjana (S-1) hanya 8.7 % dari jumlah penduduk dan Jumlah Magister hanya 0.5 % dari jumlah penduduk.

Mengapa APK-APM kita rendah? Banyak faktor penyebabnya, antara lain: Jumlah PT pada suatu Negara, Distribusi PT pada suatu Negara, Posisi geofrafis suatu Negara, Tingkat income perkapita (PNB, PDB), Pertumbuhan ekonomi suatu Negara, Daya saing (Competitiveness Index), Aspek filosofis, kultur suatu bangsa, Minimnya pola Perkuliahan Jaraj jauh (PJJ). Demikian yang beliau sampaikan.

Bagikan Melalui