Urgensi Pendidikan Berkarakter sebagai Perbaikan Moral


Oleh : Durotun Nisa’
(Alumni Pascasarjana, Guru MAN Mojokerto)

Salah satu misi mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan telah termuat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yaitu mewujudkan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin dan bertanggungjawab, berketerampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia.

Pendidikan berkarakter ditempatkan sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional yaitu mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah pancasila. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk mendukung perwujudan cita-cita sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.

Pendidikan berkarakter berfungsi membangun kehidupan berbangsa yang multicultur, membangun peradaban bangsa yang cerdas, berbudaya luhur, dan mampu berkontribusi terhadap pengembangan kehidupan ummat manusia; mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berprilaku baik serta keteladanan baik. Membangun sikap warga Negara yang cinta damai, kreatif, mandiri dan mampu hidup berdampingan dengan bangsa lain dalam suatu harmoni.

Upaya yang dilakukan dalam menerapkan pendidikan berkarakter yang sesuai dengan harapan bangsa ini tidak hanya semata-mata dilakukan di sekolah melalui proses belajar mengajar, akan tetapi juga perlu di lakukan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga. Menurut Mansyur Ramli (2011:1) Pembiasaan itu bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang hal-hal yang benar dan salah, akan tetapi juga mampu merasakan terhadap nilai yang baik dan kurang baik, serta bersedia melakukan dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat.

Nilai-nilai pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras, cinta damai, tangung jawab perlu ditumbuhkan dan dikembangkan dalam diri peserta didik yang nantinya akan menjadi cerminan bangsa kita. Sehingga dalam pendidikan berkarakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, akan tetapi lebih dari itu. Pendidikan berkarakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada peserta didik sehingga mampu bersikap dan bertindak sesuai nilai-nilai norma yang berlaku dalam masyarakat.

Pendidikan berkarakter bertujuan untuk meningkatkan mutu peyelengaraan dan hasil pendidikan di sekolah mengarah pada pencapaian pembentukkan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara terpadu sesuai dengan standart kurikulum yang diterapkan oleh sekolah. Melalui pendidikan berkarakter diharapkan peserta didik atau siswa mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya dalam merealisasikan nilai-nilai karakter dan moral sehingga terwujud dalam prilaku sehari-hari.

Pendidikan merupakan salah satu wadah dalam menunjang pembetukkan karakter tiap individu. Pendidikan karakter merupakan gerakan untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang beretika, bertanggung jawab, dan bermoral, juga peduli sesama. Pendidikan berkarakter adalah pendidikan yang melibatkan aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan tindakan (psikomotorik).

Tanpa ketiga aspek ini maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan maka peserta didik akan memiliki kercedasan emosi yang diharapkan.

Dibaca : 63,867 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
1 × 9 =