Rasa “TEH” Selera Hidup Manusia


dddddd

Oleh: Nuh Musthofa, S.Pd., M.HES.

Hidup manusia itu tergantung bagaimana mereka menyikapi kehidupannya. Ada yang menyikapi dengan biasa-biasa saja dan sungguh-sungguh. Manusia yang menyikapi dengan biasa-biasa saja akan nampak pada tujuan dalam hidupnya dan aktifitas sehari-hari. Manusia yang menyikapi kehidupannya dengan biasa-biasa saja akan melakukan kegiatan-kegiatannya dengan alakadarnya dan datar. Hal ini akan nampak berbeda ketika manusia menyikapi kehidupannya dengan sungguh-sungguh. Manusia yang menyikapi kehidupannya dengan sungguh-sungguh senantiasa menancapkan target didalam aktifitasnya. Target menjadi senjata utamanya. Ketika pukul 03.00 di pagi hari misalnya orang yang menyikapi kehidupan dengan sikap biasa-biasa saja akan bangun tidur hanya untuk melakukan rutinitasnya buang Air kecil dan kembali tidur. Manusia yang sungguh-sungguh dalam hidupnya  akan memanfaatkan momentum tersebut untuk mendekatkan diri Kepada Allah Swt dengan cara sholat tahajud dan tadarus Al-Qur’an. Dua perbedaan tersebut disebabkan manusia hidup sesuai dengan rasa dan seleranya masing-masing. Padahal manusia hidup itu harus sesuai dengan selera dan rasa “TEH”.

T=Tujuan.

Pada hakikatnya tujuan manusia diciptakan Oleh Allah Swt tidak lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah Swt. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt pada QS Adz Dzariat ayat 56 bahwa Allah Swt menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”.

E= Empati

Memberikan bantuan atau pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan dapat membangkitkan kemampuan empati. Respon yang cepat terhadap situasi di lingkungan sekitar yang membutuhkan bantuan akan melatih kemampuan kita untuk empati. Bantuan yang kita berikan tidak perlu menunggu waktu yang lebih lama tetapi kita berusaha memberikan segenap kemampuan kita saat melihat atau menyaksikan orang-orang yang membutuhkan. Allah Swt juga telah berfirman bahwa

“Kamu sekali-kali tidak sam­pai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS.Ali Imran:92)

H= Hasil

Hasil ini yang akan dinanti atau di damba-dambakan manusia. Setiap insan menginginkan agar hasil yang diperoleh dalam aktifitasnya adalah hasil yang baik, menjadi amalan yang sholih, dan diterima oleh Allah Swt. firman Allah didalam Surat Al-Kahfi ayat 110 menjelaskan bahwa “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya”.

 

Untuk itu rasa “TEH” sangat cocok untuk menemani kehidupan manusia.

Black tea in a cup

Dibaca : 161,838 pengunjung.