PI – Pedoman Tesis


KETENTUAN TEKNIS

PENULISAN ARTIKEL, PROPOSAL DAN TESIS

 

I

Bahasa

  1. Artikel, proposal dan tesis ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia, Inggris, atau Arab yang benar dan standar.
  2. Penulisan tesis dalam bahasa Arab atau Inggris harus mendapat rekomendasi dari Ketua Program Studi dan persetujuan dari Direktur Program Pascasarjana.
  3. Istilah asing yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia harus dicetak miring (italic) disertai penjelasan minimal dalam kurung, atau catatan kaki disertai sumber rujukan.

 

II

Isi Proposal Tesis

Proposal Tesis harus terdiri dari:

  1. Latar Belakang Masalah. Bagian ini mengungkapkan sejarah atau latar belakang, dan segala persoalan yang berkaitan dengan masalah, baik teoretis maupun gejala empiris, yang menjelaskan mengapa masalah itu perlu diteliti.
  2. Identifikasi dan Batasan Masalah. Bagian ini merupakan penjelasan tentang kemungkinan-kemungkinan cakupan yang dapat muncul dalam penelitian dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi berbagai kemungkinan yang dapat di duga sebagai masalah. Kemudian dilakukan pembatasan ruang lingkup permasalahan dalam rangka menetapkan batas-batas masalah secara jelas, sehingga mana saja yang masuk dan mana yang tidak masuk dalam masalah yang akan diteliti.
  3. Rumusan Masalah. Bagian ini berisi pertanyaan-pertanyaan secara ekspkisit tentang masalah yang ingin dicari jawabannya melalui penelitian yang akan dilaksanakan.
  4. Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian ditekankan pada pengungkapan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilaksanakan dan dirujukkan kepada masalah yang telah dibatasi dan/atau dirumuskan.
  5. Kegunaan Penelitian. Bagian ini berisi penjelasan mengenai nilai dan manfaat penelitian, baik dari sisi teoretis maupun dari sisi praktis.
  6. Kerangka Teoretik. Bagian ini berisi penjelasan teoretis sebagai basis atau komparasi analisis dalam melakukan penelitian. Pembahasan ditekankan pada penjabaran disiplin keilmuan tertentu sesuai dengan bidang penelitian yan akan dilakukan, dan sedapat mungkin mencakup seluruh perkembangan teori keilmuan tersebut sampai perkembangan terbaru yang diungkap secara akumulatif dan dedikatif secara analitis.
  7. Penelitian Terdahulu. Pembahasan disini ditekankan pada penelusuran buku-buku, dan hasil penelitian-hasil penelitian dengan tema yang sama atau mirip pada masa-masa sebelumnya hingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan.
  8. Metode Penelitian. Bagian ini berisi penjelasan metode yang akan digunakan dalam melakuakn penelitian, baik untuk penggalian maupun untuk analisis data. Pembahasan ditekankan pada metode yang sesuai dan benar-benar akan digunakan dalam penelitian.
  9. Sistematika Pembahasan. Bagian ini berisi pengungkapan alur pembahasan, sehingga dapat diketahui logika penyusunan dan koherasi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Oleh karena itu, penyusunan sistematika pembahasan lebih ditekankan pada “mengapa” ditulis dan bukan “apa” yang ditulis.
  10. Outline Bagian ini berisi kerangka pembahasan secara garis besar, sehingga dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian sebelumnya.
  11. Daftar Pustaka Sementara. Bagian ini berisi daftar nama-nama karya, misalnya buku, yang dijadikan sumber penulisan proposal, dan yang akan dijadikan sumber penulisan tesis atau disertasi selanjutnya, serta tidak menutup kemungkinan ada tambahan sumber pustaka, atau boleh jadi pengurangan sumber yang telah tercantum pada penelitian selanjutnya.

 

 

III

Isi Tesis

  1. Artikel dan tesis terdiri dari bagian depan, bagian substansi, dan bagian belakang.
  2. Bagian depan tesis terdiri dari sampul depan, sampul dalam, pernyataan keaslian, persertujuan pembimbing untuk tesis, pengesahan tim penguji, pedoman transliterasi, motto (jika dianggap perlu), abstrak, ucapan terima kasih, daftar isi, dan daftar tabel atau gambar (jika ada).
  3. Bagian substansi terdiri dari pendahuluan yang pada prinsipnya sama dengan format proposal nomor 1-9, pokok bahasan sesuai jenis penelitian, dan penutup yang berisi kesimpulan, implikasi teoretik, keterbatasan studi, dan rekomendasi.
  4. Bagian belakang terdiri dari daftar pustaka, lampiran (jika ada), dan daftar riwayat hidup penulis.

 

IV

Bagian Depan Tesis

  1. Sampul depan tesis berwarna coklat tua, berisi judul tesis, ungkapan “Tesis” Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Magister dalam Program Studi Pendidikan Islam, logo Universitas Muhammadiyah Surabaya, nama penulis dengan menyebut NIM, di bawahnya ditulis “Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya”, tempat, dan tahun pengajuan dengan menulis angka tahun.
  2. Judul tesis bisa terdiri atas dua unsur, yaitu judul utama dan anak judul. Jika judul tesis terdiri dari dua unsur tersebut, maka judul utama diketik dengan menggunakan font Times New Roman 14, sedangkan anak judul diketik dengan menggunakan font Times New Roman Anak judul (dalam kurung biasa) diketik dibawah judul utama. Semua unsur yang ada dalam halaman sampul diketik 1 spasi. Jarak antara ungkapan “Tesis …” dengan logo, logo berukuran diameter 5 cm. Batas tepi atas, dan tepi kiri sampul berjarak 4 cm., sedangkan batas tepi kanan dan tepi bawah sampul berjarak 3 cm.
  3. Unsur-unsur yang ada dalam sampul dalam sama dengan unsur-unsur yang ada pada sampul depan.
  4. Halaman Persetujuan Pembimbing berisi kalimat “Tesis … [diisi nama peneliti] ini telah disetujui pada tanggal, bulan, dan tahun, kata ‘Oleh’, serta nama pembimbing”.
  5. Tesis yang telah diujikan harus diberi lembar pengesahan untuk ditandatangani oleh semua anggota tim penguji.
  6. Halaman Ucapan Terima Kasih berisi ucapan terima kasih atas selesainya penulisan tesis kepada individu maupun lembaga.

 

V

Abstrak Tesis

  1. Abstrak tesis ditulis dalam bahasa Indonesia, dan dianjurkan juga dalam bahasa Arab dan Inggris. Abstrak berisi persoalan yang menjadi latar belakang masalah, rumusan masalah tujuan penelitian, pendekatan atau metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Abstrak tesis tidak boleh lebih dari 250 kata, dan hanya terdiri atas satu halaman dengan satu spasi.

VI

Pernyataan Keaslian Tesis

Pernyataan keaslian berisi pernyataan penulis bahwa tesis atau disertasi adalah hasil penelitian penulis sendiri. Pernyataan keaslian ini harus ditandatangani oleh penulis diatas materai Rp. 6.000,00

 

VII

Jumlah Halaman Proposal Tesis dan Tesis

  1. Jumlah halaman proposal tesis sekurang-kurangnya 15 halaman dan paling banyak 20 halaman.
  2. Jumlah halaman substansi tesis sekurang-kurangnya 80 halaman dan paling banyak 150 halaman dengan spasi ganda, font Times New Roman 12, kertas HVS ukuran A4 80 gram, dan berwarna putih.
  3. Tesis yang berbahasa Arab menggunakan font Traditional Arabic 16 dengan spasi tunggal (satu spasi dengan font Traditional Arabic 16 sama jaraknya dengan spasi ganda dengan font Times New Roman 12 dalam bahasa Indonesia).
  4. Transliterasi Arab-Indonesia menggunakan jenis font Times New Arabic

VIII

Nomor Halaman

  1. Halaman bagian depan tesis menggunakan angka Romawi kecil (i, ii, iii, iv, dst.)
  2. Penghitungan dimulai dari halaman sampul dalam, tetapi tidak diberi nomor.
  3. Halaman bab Pendahuluan dan seterusnya diberi nomor dengan angka Arab (1, 2, 3, dst.).
  4. Pada halaman judul bab, nomor halaman tidak dicantumkan, tetapi tetap dihitung.
  5. Nomor halaman ditulis di bagian kanan atas (1,5 cm dari teks).
  6. Pola penomoran; nomor bab dengan angka Romawi, sub bab dengan huruf besar, anak sub bab dengan angka, bagian anak sub bab dengan huruf kecil. Untuk bagian selanjutnya dengan angka yang diikuti tutup kurung, berikutnya dengan huruf kecil yang diikuti tutup kurung. Pola penomoran tersebut dapat dilihat dalam contoh berikut.

Bab                  : I, II, III, dan seterusnya

Sub bab           : A, B, C, dan seterusnya

Kemudian       : 1, 2, 3, dan seterusnya

Selanjutnya     : a, b, c, dan seterusnya

Berikutnya      : 1), 2), 3), dan seterusnya

Kemudian       : a), b), c), dan seterusnya.

  1. Penomoran tabel atau gambar disesuaikan dengan nomor bab, diikuti dengan nomor urut tabel atau gambar, dan ditulis dengan angka. Contoh: Tabel atau Gambar 2.1, artinya 2 adalah nomor bab, sedangkan 1 adalah nomor urut tabel atau gambar.
  2. Tabel diberi judul yang terletak di atasnya dengan jarak 1 spasi.
  3. Gambar diberi judul yang terletak di bawahnya dengan jarak 1 spasi.
  4. Tabel atau gambar yang lembarnya lebih luas bisa dilipat sesuai dengan luas halaman naskah.

 

 

IX

Daftar Pustaka

  1. Semua sumber yang digunakan sebagai rujukan dalam penulisan artikel dan tesis harus dicantumkan dalam daftar pustaka atau bibliografi.
  2. Penulisan daftar pustaka dimulai dengan nama pengarang, judul buku yang dicetak miring, tempat penerbit, nama penerbit, dan diakhiri dengan tahun penerbitan.
  3. Nama pengarang diawali dengan nama yang paling belakang dari pengarang yang bersangkutan.
  4. Daftar pustaka diurut berdasarkan huruf pertama dari nama belakang pengarang (jika ada).
  5. Urutan abjad nama pengarang yang berasal dari Arab yang di mulai dengan huruf “al”, misalnya al-Ghazali, harus dibalik menjadi Ghazali (al), kemudian diurut berdasarkan abjad G.
  6. Daftar pustaka diberi nomor halaman sebagai lanjutan dari halaman substansi.
  7. Sumber daftar pustaka minimal menggunakan 5 artikel ilmiah dan buku terbitan 10 tahun terakhir

 

X

Lampiran

  1. Bahan yang dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam lampiran adalah semisal teks yang dianggap penting, akan tetapi cukup panjang, atau teks yang diperoleh dari sumber lisan.
  2. Catatan kaki harus diberi nomor penunjukan kepada lampiran yang dimaksud.

 

XI

Daftar Riwayat Hidup

  1. Riwayat hidup penulis harus dicantumkan pada halaman terakhir tanpa diberi nomor halaman.
  2. Isi riwayat hidup ditekankan pada latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang memiliki hubungan dengan penulisan tesis.

 

XII

Persiapan Ujian Proposal Tesis

  1. Proposal tesis yang siap diujikan harus diserahkan ke PPs sebanyak 2 eksemplar, dan cukup disteplers.
  2. Proposal tesis yang siap diujikan harus diserahkan ke PPs sebanyak 4 eksemplar, dan cukup dijilid sederhana.
  3. Tesis yang sudah disetujui oleh Pembimbing harus diserahkan ke Tim Pembaca pada Kantor Tata Usaha PPs untuk dibaca dan dikoreksi dari segi redaksi, transliterasi dan ketentuan anotasi.
  4. Mahasiswa wajib memperbaiki kembali tesisnya berdasarkan hasil koreksi Tim Pembaca, dan hasil perbaikan Tesis tersebut harus disetujui dan ditandatangani oleh Tim Pembaca.
  5. Tesis yang sudah diperbaiki, disetujui dan ditandatangani oleh Tim Pembaca diserahkan kembali sebanyak 3 eksemplar ke Staf Tata Usaha untuk diuji, dan cukup dijilid sederhana.
  6. Tesis yang sudah diujikan dan diperbaiki berdasarkan saran Tim Penguji diserahkan ke PPs sebanyak 3 eksemplar setelah dijilid dengan hard cover warna hijau muda.

 

XIII

Kutipan dan Terjemahan

  1. Teknik pengutipan ada dua, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
  2. Kutipan langsung adalah penukilan dengan menggunakan kata dan kalimat yang sama persis seperti dalam sumber yang dikutip.
  3. Kutipan tidak langsung adalah penukilan gagasan dari sumber rujukan dengan menggunakan kata atau kalimat dari pengutip sendiri.
  4. Kutipan langsung yang kurang dari enam baris ditulis sama dengan teks yang lain dan diletakkan diantara dua tanda kutip.
  5. Kutipan langsung yang terdiri dari enam baris atau lebih ditulis dengan 1 spasi, dan marjin kiri masuk ke kanan enam ketukan (mulai diketik dalam ketukan ketujuh atau sejajar dengan alinea) tanpa menggunakan tanda kutip.
  6. Kutipan tidak langsung ditulis sama dengan naskah yang lain.
  7. Semua terjemahan dari bahasa asing ditulis tegak dengan dua spasi, jika kurang dari enam baris. Jika terjemahan kutipan tersebut terdiri dari enam baris atau lebih, maka terjemahan tersebut ditulis tegak dengan satu spasi dan dipisah dari teks aslinya, serta dimulai dalam ketukan ketujuh.
  8. Terjemahan al-Qur’an maupun Hadith diketik tegak 1 spasi dan dimulai pada ketukan ketujuh, serta tidak terikat dengan jumlah baris. Jika terjemahan al-Qur’an maupun Hadis tersebut terdapat dalam bagian kalimat, maka spasinya sama dengan spasi kalimat lainnya.

 

XIV

Catatan Kaki untuk Buku, Artikel, Tesis, Disertasi,

al-Qur’an, Ensiklopedi, dan Internet

  1. Pengutipan harus menggunakan catatan kaki.
  2. Penulisan catatan kaki yang merujuk kepada buku dimulai dengan nama pengarang, tanpa dibalik dan tanpa gelar, diikuti koa, spasi, judul buku yang ditulis miring, spasi, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, spasi, nama penerbit, koma, spasi, tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan diakhiri dengan titik.
  3. Jika buku tersebut dikutip lagi tanpa diselingi dengan kutipan lain, maka ditulis “Ibid” yang diketik tegak, titik, koma, spasi, nomor halaman pengutipan, dan titik.
  4. Jika terdapat pengutipan lagi dari buku tersebut dan diselingi dengan kutipan dari sumber lain, maka yang disebutkan adalah nama belakang pengarang (jika nama pengarang terdiri dari dua kata atau lebih), koma, spasi, beberapa kata dari judul buku, koma, spasi, nomor halaman, titik.
  5. Data buku pada daerah penerbitan (tempat terbit, nama penerbit, dan tahun terbit) harus diisi, walaupun data tersebut tidak tercantum dalam sumber rujukan. Jika data tersebut tidak tercantum dalam sumber rujukan, maka data dari masing-masing unsur dalam daerah penerbitan diganti dengan singkatan “t.t.: t.p., t.th.”. singkatan “t.t.” (tanpa tempat terbit) menunjukkan bahwa data tempat terbit tidak ditemukan dalam sumber rujukan, singkatan “t.p.” berarti tanpa penerbit, dan singkatan “t.th.” berarti tanpa tahun penerbit.
  6. Jika mengutip dari dua penulis yang sama secara berurutan dalam catatan kaki, tapi berbeda karya, maka ditulis utuh dengan ketentuan seperti pengutipan pertama kali.
  7. Dalam pengutipan dari artikel pada jurnal, penulisan pada catatan kaki adalah nama pengarang sesuai dengan urutan dan tanpa gelar, koma, spasi, tanda kutip buka, judul artikel dengan tulisan biasa (tegak), tanda kutip tutup, koma, spasi, nama jurnal yang ditulis miring, koma, spasi, nomor jurnal, spasi, kurung buka, bulan jika ada, koma, spasi, tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  8. Dalam pengutipan dari artikel pada buku bunga rampai, penulisan catatan kakinya hampir sama dengan pengutipan pada artikel jurnal. Nama pengarang sesuai dengan urutan dan tanpa gelar, koma, spasi, tanda kutip buka, judul artikel dengan tulisan biasa (tegak), tanda kutip tutup, koma, spasi, tulisan kata “dalam”, judul buku yang ditulis miring, koma, spasi, tulisan singkatan “ed.” (editor), spasi, nama editor, spasi, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, spasi, nama penerbit, koma, spasi, tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  9. Untuk sumber yang berasal dari surat kabar dan sejenisnya, penulisan catatan kaki adalah nama penulis, koma, spasi, judul artikel yang diletakkan dalam tanda petik, koma, spasi, nama surat kabar atau sejenisnya yang diketik miring, spasi, kurung buka, tanggal, spasi, bulan, spasi, dan tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  10. Jika mengutip kembali artikel tersebut dan diselingi buku lain, penulisan catatan kakinya adalah sama dengan yang pertama, namun editor, judul buku atau jurnal, dan lain sebagainya tidak perlu disebut kembali.
  11. Penulisan catatan kaki yang bersumber dari tesis atau disertasi yang tidak diterbitkan adalah nama penulis tesis atau disertasi, koma, spasi, tanda kutip buka, judul tesis atau disertasi dengan tulisan tegak, tanda kutip tutup, spasi, kurung buka, tulisan kata “Tesis” atau “Disertasi”, garis diketik dua kali [–], nama perguruan tinggi, koma, spasi, tempat perguruan tinggi, koma, spasi, tahun penyelesaian tesis atau disertasi, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik. Jika nama tempat menjadi satu kesatuan dengan nama perguruan tingginya, maka penulisan daerah penerbitannya dengan urutan kurung buka, tulisan kata “Tesis” atau “Disertasi”, garis diketik dua kali [–], nama perguruan tinggi yang mengandung unsur tempat, koma, spasi, tahun penyelesaian tesis atau disertasi, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  12. Catatan kaki yang merujuk kepada al-Qur’an, caranya adalah penulisan kata “al-Qur’an” dengan huruf tegak, koma, spasi, nomor surat, titik dua, spasi, nomor ayat, dan titik.
  13. Cara penulisan catatan kaki dari ensiklopedi adalah nama penulis entri, koma, spasi, tanda kutip buka, judul entri, tanda kutip tutup, koma, judul ensiklopedi (ditulis miring), volume atau nomor atau edisi, koma, spasi, tulisan “ed.”, spasi, nama editor pertama, koma, spasi, diikuti tulisan “et al”, spasi, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, spasi, nama penerbit, koma, spasi, tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  14. Dalam penulisan sumber data artikel dari internet, penulisan catatn kakinya adalah nama pengarang, koma, spasi, tanda kutip buka, judul artikel (ditulis tegak), tanda kutip tutup, koma, spasi, tulisan “dalam”, spasi, alamat website secara lengkap dan indeks yang menunjuk kepada artikel tersebut, spasi, kurung buka, tanggal, spasi, bulan, spasi, tahun akses, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  15. Penulisan catatan kaki dari sumber terjemahan, judul sumber menggunakan judul terjemahan. Cara penulisannya adalah nama pengarang tanpa dibalik dan tanpa gelar, koma, spasi, judul buku yang ditulis miring, koma, spasi, tulisan singkatan “terj.”, spasi, nama penerjemah, spasi, kurung buka, tempat penerbit, titik dua, spasi, nama penerbit, koma, spasi, tahun penerbitan, kurung tutup, koma, spasi, nomor halaman, dan titik.
  16. Penulisan catatan kaki dari hasil wawancara adalah nama nara sumber, koma, spasi, tulisan kata “Wawancara” yang diketik miring, koma, spasi, tempat wawancara, koma, spasi, tanggal, bulan dan tahun wawancara, dan titik.
  17. Jika catatan kaki berasal dari CD, seperti al-maktabah al-shamilah, tetapi terdapat sumber asli berupa buku, maka catatan kaki tersebut harus mengutip langsung dari buku aslinya.

 

XV

Nomor Catatan Kaki

  1. Angka penomoran dalam catatan kaki dicetak sedikit lebih tinggi dari permukaan rata-rata kata dalam nomor tersebut.
  2. Antara nomor catatan kaki dan huruf pertama kata dalam catatan kaki diberi jarak satu ketukan.
  3. Penomoran catatan kaki dimulai dari awal pada masing-masing bab.

 

XVI

Gelar, Nama Pengarang, dan Nama Tempat

  1. Segala macam gelar akademik yang dimiliki seorang pengarang tidak perlu disebutkan dalam penulisan catatan kaki.
  2. Nama orang yang berasal dari kata asing, khusunya bahasa Arab, dan sudah mengalami Indonesianisasi dan standarisasi, ditulis berdasarka tulisan Indonesia.
  3. Nama orang yang berasal dari kata asing, khusunya bahasa Arab, dan belum mengalami Indonesianisasi, ditulis menggunakan transliterasi berdasarkan Pedoman Transliterasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah
  4. Nama tempat yang sudah terstandarisasi ditulis sesuai ejaan bahasa Indonesia.

 

XVII

Transliterasi

Transliterasi Arab-Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya adalah sebagai berikut :

Arab Indonesia Arab Indonesia
ا

ب

ت

ث

ج

ح

خ

د

ذ

ر

ز

س

ش

ص

ض

b

t

th

j

h

kh

d

dh

r

z

s

sh

s

d

ط

ظ

ع

غ

ف

ق

ك

ل

م

ن

و

ه

ء

ي

t

z

gh

f

q

k

l

m

n

w

h

Y

Sumber: Kate L. Turabian, A Manual of Writers of Term Papers, Theses, and Dissertations

(Chicago and London: The University of Chicago Press, 1987)

 

Untuk menunjukkan bunyi hidup panjang (madd), maka caranya dengan menuliskan coretan horizontal (macron) di atas huruf, seperti a, i, dan u (ا, ي, dan و). Bunyi hidup dobel (dipthong) Arab ditransliterasikan dengan menggabung dua huruf “ay” dan “aw”, seperti layyinah, lawwamah. Kata yang berakhiran ta’ marbutah dan berfungsi sebagai sifah (modifier) atau mudaf ilayh ditransliterasikan dengan “ah”, sedangkan yang berfungsi sebagai mudaf ditransliterasikan dengan “at”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

  1. Contoh Penulisan Catatan Kaki
  2. Buku

1 ‘Umar Farukh, Tarikh Sadr al-Islam wa al-Dawlah al-Umawiyah (Beirut: Dar al-Malayin 1970), 243.

2 Ibid., 90.

3 Kate L. Turabian, A Manual of Writers of Term Papers, Theses, and Dissertations (Chicago and London: The University of Chicago Press, 1987), 27.

4 Farukh, Tarikh Sadr al-Islam, 231.

  1. Artikel dalam Jurnal dan Buku

1 Syamsul Arifin, “Peraturan Agama dalam Ideologi dan Gerakan Sosial: Pengalaman Hizbut Tahrir Indonesia”, Akademika, Vol. 18, No. 2 (Maret, 2006), 19.

2 Abdul Subhan, “Social and Religious Reform Movements in the 19th Century among the Muslim”, dalam Social and Religious Movement, ed. S. P. Sen (Calcutta: Institute of Historical Studies, 1979), 485.

  1. Ensiklopedi

1 A. J. Wensink, “Kufr’, The First Encyclopedia of Islam, Vol. 7, ed. M. Th. Houtsma. Et al. (Leiden: E. J. Brill, 1987), 234.

  1. al-Qur’an

1 al-Qur’an, 2: 19.

2 Ibid., 12: 6.

  1. Tesis atau Disertasi

1 Bisri Affandi, “Shaykh Akhmad al-Shurkati: His Role in al-Irshad Movement” (Tesis—McGill University, Montreal, 1976), 34.

2 Muhammad Musthofa, “Upaya Kontekstualisasi Hukum Islam di Indonesia” (Tesis—UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2011), 59.

3 Nurcholish Madjid, “Ibn Taymiyya on Kalam and Falsafa: A Problem of Reason and Revelation in Islam” (Disertasi—Chicago University, 1984), 45.

4 Ahmad Kholish, “Pergeseran Orientasi Ideologi Keagamaan Kaum Priyai: Studi Konversi Paham Abangan-Santri Masyarakat Muslim Blitar” (Disertasi—UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2011), 127.

  1. Internet

1Amin Abdullah, “Kajian Ilmu Kalam di IAIN”, dalam

http://www.ditpertais.net/artikel/amin01.asp (20 Oktober 2006), 29.

  1. Artikel dalam Surat Kabar

1 Muhammad Syakir, “Reformasi”, Jawa Pos (23 Oktober 2006), 5.

  1. Wawancara

1 Muhammad Umar Hasan , Wawancara, Surabaya, 24 Maret 2011.

  1. Antologi

1 Muktafi Sahal, “Islam Agama Damai”, dalam Antologi Kajian Islam, ed. Abdul Kadir, et. Al. (Surabaya: Pascasarjana UIN Sunan Ampel, 2001), 24.

 

  1. Contoh Penulisan Kutipan
  2. Kutipan langsung kurang dari enam baris

… Karena menurutnya, “banyak diantara mereka disebut professor (guru) karena Gubernur [‘Utsmani] ingin membantu mereka dengan gaji yang dianggarkan untuk kemajuan ilmu”.1 Hurgronje percaya, jumlahnya …

  1. Kutipan langsung enam baris atau lebih

Karakteristik lebih terinci mereka adalah sebagai berikut:

 

Mereka adalah para penyiar [Islam] pengembara yang berkelana di seluruh dunia yang mereka kenal, yang secara suka rela hidup dalam kemiskinan; mereka sering berkaitan dengan kelompok-kelompok dagang atau kerajinan tangan, sesuai dengan tarekat yang mereka anut; mereka mengajarkan teosofi sinkretik yang kompleks, yang umumnya dikenal baik oleh orang-orang Indonesia, yang mereka tempatkan ke bawah ajaran Islam, atau yang merupakan pengembangan dari dogma-dogma pokok Islam …37

 

Jadi, berkat otoritas karimastik dan kekuatan magis mereka, sebagian guru

sufi dapat mengawini putri-putri bangsawan Nusantara …

 

  1. Contoh Penulisan Bibliografi

‘Abduh, Muhammad. Mushkilat al-Qur’an al-Karim wa Tafsir Surat al-Fatihah.

Beirut: Maktabah bi al-Hayah, 1967.

______. Tafsir al-Qur’an al-Azim: Juz ‘Amma. Kairo: al-Matba’ah al-Amiriyah, 1968.

­­­­______. dan Rashid Rida. Tafsir al-Manar, Vol.12. Kairo: al-Hay’ah al-Misriyah li al-

Kitab, 1972.

Arifin, Syamsul. “Peraturan Agama dalam Ideologi dan Gerakan Sosial: Pengalaman

Hizbut Tahrir Indonesia, Akademika, Vol. 18, No. 2, Maret, 2006.

Dhahabi (al), Muhammad Husayn. Al-Tafsir wa al-Mufassirun, Vol. 3. Kairo: Dar al-

Kutub al-Hadithah, 1962.

Farukh, ‘Umar. Tarikh Sadr al-Islam wa al-Dawlah al-Umawiyah. Beirut: Dar al-

Malayin, 1970.

Hanbali (al), Safi al-Din al-Baghdadi. Qawa’id al-Usul wa Ma’aqid al-Fusul. Beirut:

‘Alam al-Kutub, 1986.

Kholish, Ahmad. “Pergeseran Orientasi Ideologi Keagamaan Kaum Priyai: Studi

Konversi Paham Abangan-Santri Masyarakat Muslim Blitar”. Disertasi—IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2011.

Qudamah, Ibn. Rawdat al-Nazir wa Jannat al-Munazir. Beirut: Dar al-Kitab al’Arabi,

1987.

San’ani (al), Muhammad b. Isma’il. Subul al-Salam: Sharh Bulugh al-Maram, Vol. 4.

Kiro: al-Maktabah al-Tijariyah al-Kubra, 1950.

Subhan, Abdus. “Social and Religious Reform Movements in the 19th Century among the

Muslim:, dalam Social and Religious Movement, ed. S. P. Sen. Calcutta: Institute

of Historical Studies, 1979.

Taymiyah, Ibn. Al-Musawwadah fi Usul al-Fiqh. Kairo: Matba’at al-Madani, 1983.

Turabian, Kate L. A Manual of Writers of Term Papers, Theses, and Dissertations.

Chicago and London: The University of Chicago Press, 1987.

Wensink, A. J. “Kufr”, The First Encyclopedia of Islam, Vol. 7, ed. M. Th. Houtsma, et

  1. Leiden: E. J. Brill, 1987.

 

 

 

 

Lampiran, Contoh 11 Halaman Depan Tesis

 

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF

DENGAN SIKAP KEAGAMAAN SISWA

PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(Studi di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-Surabaya)

 

Tesis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh

SUPRIHATIN

NPM : 200810109

 

 

 

MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2016

 

Tesis

 

KORELASI ANTARA KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN SIKAP KEAGAMAAN SISWA PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(Studi di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-Surabaya)

 

Yang disiapkan dan disusun

oleh

Suprihatin

NPM. 200810109

 

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Tesis

Pada tanggal  ………………

 

Susunan Dewan Penguji Tesis

 

Ketua / Sekretaris

 

 

 

Dr. M. Arfan Mu’ammar, M.Pd.I

 

Penguji Utama

 

 

 

Dr. H. Moch Tolchah, M.Ag

 

Pembimbing I / Anggota Penguji                                        Pembimbing II/Anggota Penguji

 

 

 

Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA                                             Prof. Dr. H. Abd. Hadi, M.Ag

 

Tesis ini diterima sebagai salah satu persyaratan

memperoleh gelar Magister Pendidikan Islam  (M.Pd.I)

 

Surabaya, ………………………

Program Pascasarjana

Universitas Muhammadiyah Surabaya

Direktur,

 

 

 

 

Prof. Dr. H. Abd Hadi, M.Ag

PERNYATAAN KEASLIAN

 

 

 

 

 

Yang bertandatangan di bawah ini :

 

Nama               : Suprihatin

NPM               : 200810109

Program           : Magister, Program Pascasarjana Magister Pendidikan Islam

Universitas Muhammadiyah Surabaya

 

Menyatakan bahwa TESIS ini secara keseluruhan adalah ASLI hasil penelitian saya kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk sumbernya dan disebutkan dalam daftar pustaka

 

 

 

 

Surabaya, 02 Januari 2016

Yang menyatakan

 

 

 

 

Suprihatin

                                                                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA.

Program Pascasarjana Magister Pendidikan Islam

Universitas Muhammadiyah Surabaya

—————————————————-

PERSETUJUAN PEMBIMBING

 

Lamp.     :     4 eksemplar                                Kepada

Hal         :     Penyerahan Tesis                       Program Magister Pendidikan Islam

Program Pascasarjana

Universitas Muhammadiyah Surabaya

Di

 

Surabaya

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Setelah membaca, meneliti dan merevisi seperlunya, kami berpendapat bahwa tesis saudari Suprihatin yang berjudul : “Korelasi Antara Kemampuan Kognitif Dengan Sikap Keagamaan Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-Surabaya)”, telah dapat diujikan. Bersama ini kami kirimkan naskahnya untuk segera dapat diujikan dalam sidang ujian tesis.

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

Surabaya, 02 Januari 2016

Pembimbing I

 

 

 

 

Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA.

.

 

 

 

 

 

 

Prof. Dr. H. Abd Hadi, M.Ag.

Program Pascasarjana Magister Pendidikan Islam

Universitas Muhammadiyah Surabaya

—————————————————-

NOTA DINAS

 

Lamp.     :     4 eksemplar                                Kepada

Hal         :     Penyerahan Tesis                       Program Magister Pendidikan Islam

Program Pascasarjana

Universitas Muhammadiyah Surabaya

Di

 

Surabaya

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Setelah membaca, meneliti dan merevisi seperlunya, kami berpendapat bahwa tesis saudara Suprihatin yang berjudul : “Korelasi Antara Kemampuan Kognitif Dengan Sikap Keagamaan Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-Surabaya)”, telah dapat diujikan. Bersama ini kami kirimkan naskahnya untuk segera dapat diujikan dalam sidang ujian tesis.

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

 

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Surabaya, 02 Januari 2016

Pembimbing II

 

 

 

 

Prof. Dr. H. Abd Hadi, M.Ag.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Suprihatin. 200810109. Korelasi Antara Kemampuan Kognitif Dengan Sikap Keagamaan Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-  Surabaya).Pembing….

 

Kemampuan kognitif sangat penting dalam mengontrol ranah afektif dan psikomotorik. Termasuk dalam mengendalikan aktivitas perasaan dan perbuatan siswa yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam. Oleh karena itu, kemampuan kognitif merupakan hasil dari proses pembelajaran siswa dalam memahami dan menghayati materi-materi Pendidikan Agama Islam yang diajarkan guru agama di dalam kelas. Sedangkan sikap keagamaan merupakan internalisasi dari penghayatan dan pemahaman siswa dalam mempelajari pendidikan agama Islam di sekolah yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dan sikap beragama kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari.

Maka itu ada beberapa hal yang ingin penulis ketahui dalam penelitian ini adalah: 1). Bagaimana kemampuan kognitif siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo Surabaya? 2). Bagaimana sikap keagamaan siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo Surabaya? 3). Adakah korelasi kemampuan kognitif dengan sikap keagamaan siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo Surabaya? untuk mendapatkan jawaban dari rumusan masalah diatas, penulis menggunakan tehnik pengumpulan data dengan observasi, interview, angket, tes dan dokumentasi.

Sedangkan untuk menganalisa data yang sudah dikumpulkan penulis menggunakan teknik analisis kualitatif dan tehnik analisis kuantitatif. Setelah penulis menganalisis data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa : Ada korelasi antara kemampuan kognitif dengan sikap keagamaan siswa pada pelajaran pendidikan agama Islam dengan interpretasi sedang atau cukup baik.

 

 

Kata Kunci      :

 

 

 

.

 

ABSTRACT

 

Nama               : Suprihatin

NPM               : 200810109

Judul               : Korelasi Antara Kemampuan Kognitif Dengan Sikap Keagamaan Siswa Pada

Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-

Surabaya)

 

Cognate ability of vital importance in controlling domain of afective and psikomotoric. Included in controling feeling activity and deed of student which disagree with Islam teachings. Therefore, cognate ability represent result from process study of student in comprehending and involving itemss Education of thaught by Islamic Religion is religion teacher in class.

While religious attitude represent internalisasi from carrying out and understanding of student in studying of Islamic education in realized school in the form of attitude and behavior believe in to God Which Single The most in everyday life.

Hence that there are some matter which wish writer know in this research is: 1). Is there any cognate ability correlation with religious attitude of student at lesson of Islamic Education in SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo Surabaya? to get answer formula of problem above, writer use technicsly of data collecting with observation, interview, enquette, documentation and tes.

While to analyse data which have been collected, writer use technicsly of analysis qualitative and is technics of quantitative analysis. After writer analyse obtained data, can be concluded that : There is correlation between cognate ability with religious attitude student at lesson of Islamic education with interpretation is good enough.

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis ini dengan judul “Korelasi Antara Kemampuan Kognitif Dengan Sikap Keagamaan Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Di SMP Muhammadiyah 10 Sutorejo-Surabaya)”. Seiring dengan itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada yang terhormat:

  1. Bapak Dr. dr. Sukadiono, MM., Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  2. Bapak Prof. Dr. H. Abd Hadi, M.Ag., Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  3. Bapak Dr. H. Moch Tolchah, M.Ag., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya.
  4. Bapak Prof. Dr. H. Imam Bawani, MA., selaku dosen Pembimbing pertama yang telah memberikan arahan dan revisi dalam penulisan tesis ini.
  5. Bapak Prof. Dr. H. Abd Hadi, M.Ag., selaku dosen Pembimbing kedua yang telah memberikan arahan dan revisi dalam penulisan tesis ini.
  6. Semua pihak yang telah memberi motivasi dan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini, terutama kepada Ibunda ( almarhumah) , Bapak, dan anakku Irham Mijdafi.

Atas segala bantuan dari Bapak/Ibu penulis berharap semoga Allah membalasnya dengan balasan amal shaleh, Amin.

Dengan segala kerendahan hati, penulis senantiasa menerima saran dan kritik yang membangun  demi perbaikan tesis ini. Semoga penulisan ini ada guna dan manfaatnya bagi perkembangan ilmu pendidikan Islam, utamanya kepada para guru Agama dalam meningkatkan bimbingan terhadap siswa, dan mudah-mudahan bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

 

Surabaya, 02 Januari 2016

Penulis

 

 

 

Dibaca : 259 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
27 ⁄ 9 =