MENJADI UMAT TERBAIK


Umat-Islam-adalah-Umat-Terbaik

Oleh : Nur Chomariah
(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya)

Allah telah menjadikan manusia menjadi umat pertengahan yang terbaik. Untuk menjadi umat yang terbaik, tidak semudah membolak balikkan telapak tangan. Ada syarat yang harus dipenuhi agar menjadi yang terbaik. Diantaranya adalah seperti firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 110: “ Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkarserta beriman kepada Allah”. Dalam ayat tersebut jelas sekaliuntuk menjadi umat terbaik, syaratnya adalah melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Dalam definisi yang diberikan ulama fiqh amar berarti tuntunan perbuatan dari pihak yang lebih tinggi kepada pihak yang lebih rendah. Ma’ruf adalah nama agi segala yang dicintaidan diridhai Allah baik yang berupa perkataan, perbuatan lahir maupun bathin. Bisa jadi, ia berupa iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir serta qadha dan qadar. Bisa juga berupa system syariat yang didalamnya muamalat, hudud, qishas, perjanjian dan lain-lain. Perkara yang berhubungan dengan akhlaq, seperti jujur, adil dan lain-lainnya, masuk juga di dalam perkara-perkara yang ma’ruf.

Biasanya perkara yang ma’ruf selaras dan dikenal oleh fitrah yang lurus dan akal yang sehat. Baik fitrah maupun akal sudah memaklumi dan mengetahuiakan kebaikan dan kepandaiannya. Dalam relung hati yang paling dalam, ia mengakui bahwa itu adalah baik.

Nahi atau an nahwu adalah perintah meninggalkan sesuatu perbuatan dari atasan kepada bawahan. Sedangkan kemungkaran adalah nama bagi seluruh yang dibenci dan tidak diridhai Allah baik yang berupa perkataan, perbuatan baik lahir maupun bathin.

Dari sini jelas bahwa, nahi munkar adalah mengingatkan manusia agar tidak mendekati dan melaksanakan kemungkaran-kemungkaran dengan menjauhi sejauh-jauhnya dan melawannyadengan segenap tenaga dan kekuatan. Tidak lupa pila mengingatkan dan menganjurkan agar menjauhi hal-hal yang menyebabkan kemungkaran. Amar ma’ruf nahi munkar dengan semua bentuknya, kadang-kadang, ditujukan kepada perorangan dan kadang-kadang ditujukan kepada beberapa orang atau golongan, atau kepada masyarakat umum agar mengikuti ajaran islam dan menjauhi larangan-larangan ajaran islam.

Bagaimanapun ditengah-tengah umat islam sudah pasti ada terselip orang-orang yang dholim dan munafiq. Sebagai manusia biasa, pasti tidak luput dari lupa dan kesalahan. Saat seperti itulah umat islam menjadi obyek amar ma’ruf nahi munkar. Selain umat islampun kadang menjadi obyeknya.Maksud dan tujuannya adalah agar mereka meninggalkan kejahiliannNya dan kembali kepada petunjuk Allah dan fitrah jiwanya.

lampostco

Untuk menuju hal tersebut perlu adanya persiapan, diantaranya:

1. Persiapan Ilmu
Ilmu pengetahuan sangat diperlukan sebelum bertindak. Bagaimanapun juga setiap kesanggupan yang dikerahkan tanpa didasari pengetahuan, hasilnya akan kurang baik juga. Bisa jadi sasaran yang ditargetkan tidak bisa tercapai. Firman Allah dalam QS. Adz Dzariyat:56 yang artinya “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”. Ayat ini menerangkan betapa mulianya ilmu dan kewajiban senantiasa melaksanakan ibadah . Keduanya adalah tujuan penciptaannya dunia dan akhirat. Maka yakinlah bagi kita hanya mengejar ilmu dan menjalankan ibadah. Ketahuilah bahwa segala sesuatu selain ilmu dan ibadah termasuk perkara yang bathil dan tidak ada

2. Persiapan Iman
Orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar dalam dirinya tertanam islam itulah petunjuk yang benar.Keyakinan yang demikian itu didukung oleh pengetahuan, bukan sekedar emoso. (QS. Al baqarah: 120, QS Yunus: 32) Setiap manusia yang tidakmemiliki keimanan, akan menjadi manusia yang sepenuhnya mementingkan diri sendiri, yang tidak memiliki sesuatu kecuali kepentingan pribadi belaka ataupun menjadi seseorang yang bersifat ragu-ragu, goyah dan tidak mengetahui tugas-tugasnya di dalam kehidupan atau nilai-nilai moral dan sosialnya.

3.Kesanggupan dan Kemampuan
Kemampuan dan kesanggupan pribadi sangat dibutuhkan dalam amar ma’ruf nahi munkar. Entah itu berupakekuasaan, kekuatan, keterampilan bicara, harta, kemampuan managerial, dll. Setiap orang berbeda-beda dalam hal ini, ada orang yang memiliki ilmu dan kepiawaian berbicara, ada yang meliliki sekedar kemampuan hati. Maksudnya adalah menanamkan kebencian dalam hatinya terhadap kemungkaran yang berlangsung. Setelah itu tekadnya kuat untuk merubah meskipun saat ini belum mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, tapi besok….?

Seperti Sabda Rasulullah SAW: “ Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia merubah dengan tangannya, bila tidak dapat, maka dengan hatinya dan ini selemah-lemahnya iman” (HR.Muslim)

Rujukan :
Munawar Hadi, Islam Agama Rabbani (Yogyakarta : Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PMW, 2010), 366-367
Al Ghazali imam, Petunjuk Jalan Lurus ( Surabaya : Ampel Mulia, 2011), 13-14
Mutahhari Murtadha, Perspektif Al quran tentang Manusia dan Agama (Bandung : Mizan, 1984), 82

Dibaca : 16,225 pengunjung.