KENAPA HARUS CEMAS? 3


Oleh : Nur Chomariah

(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya)

 

Pernahkah anda mengalami perasaan cemas, gelisah atau bahkan perasaan penuh dosa? Jawabannya pasti akan bermacam-macam sesuai dengan hati masing-masing manusia.

Hati adalah salah satu anugerah Allah SWT yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga dan lain-lain.

Pada dasarnya manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dilanda suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi terguncang, sedangkan suatu perkara tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap manusia.

Dalam Al-Qur’an menerangkan pribadi yang tidak mampu mengatur diri dalam hubungannya dengan diri sendiri adalah pribadi yang akal dan qolbunya tidak berfungsi dengan baik dalam mengendalikan hawa nafsu, sehingga nafsu berbuat sekehendaknya, penuh emosi, tidak terkendali dan tidak bermoral. (QS. Yusuf 53).

Oleh sebab itu pencapaian pribadi yang baik hanya dapat diraih melalui proses ujian yang bertahap sesuai dengan kapasitasnya dan berkelanjutan sehingga berakhir pada satu titik yaitu kepantasan diri mendapatkan kebahagiaan yang haqiqi yakni kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka Barang siapa yang Ridho maka baginya Keridhoan dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan” (HR. Tirmidzi)

Pada kenyataannya tidak semua manusia bisa menempatkan bahwa ujian hidup hanya dalam bentuk musibah yang buruk semata, padahal nikmat yang baik-baikpun sebenarnya bentuk lain dari ujian hidup. Dengan melihat banyaknya hikmah dan kebaikan dalam sebuah ujian tentu ada baiknya untuk kita belajar bagaimana cara menyikapi masalah agar kita menjadi lebih tangguh, kuat dan sabar dalam menghadapinya.

Namun ada juga manusia yang merasa cemas tanpa memikirkan suatu perkara, terkadang manusia memiliki rasa cemas yang menyiksa karena teringat akan kesalahan yang pernah dilakukan. Perasaan ini akan menjadi siksaan batin batin bagi sejumlah orang yang tidak dapat mengendalikannya, dan akibatnya orang tersebut tidak akan bahagia.

Tiada suatu bencana apapun yang menimpa di bumi dan ( tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberiNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS.Al-Hadid 22-23)

Adanya perasaan cemas dan merasa bersalah pada diri seseorang bukanlah hal yang tidak bagus, bahkan bisa dikatakan istimewa karena tidak semua orang mampu memilikinya. Adanya perasaan terebut menunjukkan kalau seseorang masih memiliki perasaan malu dan takut, itu artinya masih ada keimanan dalam hatinya. Perasaan bersalah yang ada di hati akan mendorong untuk menjauhi perbuatan yang negative dan menyegerakan diri untuk beristighfar memohon ampunan pada Allah SWT.

Dibaca : 110,228 pengunjung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solve : *
25 − 8 =


3 thoughts on “KENAPA HARUS CEMAS?