Belajar Menyikapi Getir Kehidupan pada Nur Cholis Huda


IMG_20160616_132235

Memahami kasih Allah pada tiap peristiwa dalam kehidupan yang seringkali tidak selalu tampak indah memang tidak mudah. Butuh perjuangan bahkan rentang waktu untuk membuka tiap lapis yang melingkupi hingga tersingkap Kasih Ilahi di dalamnya.

 

Petikan kalimat tersebut merupakan intisari dari sebuah acara bedah buku “Kasih Ilahi Tak Bertepi” karya Nur Cholis Huda, di Gedung G inspire Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis silam (16/06/2016). Hadir dalam acara tersebut penulis buku Nur Cholis Huda, pembanding Najib Hamid dan dimoderatori oleh Dosen Fakultas Agama Islam Thoat Setiawan.

Penulis memberikan sebuah narasi indah melalui 46 cerita singkat kehidupan orang lain untuk memberikan motivasi agar selalu mengedepankan prasangka baik terhadap tuhan. Prasangka tersebut amat penting untuk dapat memahami keluasan keindahan kasih ilahi, meski peristiwa dan nasib yang menerpa seringkali menampakkan hal yang sebaliknya.

Ada pesan kuat untuk tidak mengutuki nasib “buruk” yang tengah dirasakan. Kasih Ilahi seringkali berada di balik lapisan kesusahan, kesedihan, kekurangan yang tengah dirasakan. Tidak semua orang akan memiliki sikap yang sama, yakni tetap berprasangka baik pada Allah, berusaha menumbuhkan potensi lain yang masih dimiliki sembari terus berbuat baik pada sesama. Beberapa orang akan gagal mengambil sikap, sementara beberapa orang lainnya mampu bangkit menjemput Kasih Ilahi.

Kisah-kisah yang tertuang dalam buku “Kasih Ilahi Tak Bertepi” karya Nur Cholis Huda, sebagaimana dicuplik dalam acara bedah buku ini, patut dijadikan renungan. Mulai kisah Syaikh Ammar Bugis yang lumpuh namun memiliki ketajaman otak yang cemerlang hingga mampu mengahafal al-Quran dan mendalami studi S3 di Amerika, kesedihan keluarga Nur Mukarromah yang mendambakan kehadiran anak hingga lebih dari 12 tahun, keterbatasan ekonomi Birrul Qadriyah yang mendapatkan beasiswa Bidik Misi di Kedokteran UGM, hingga keteguhan dan keikhlasan Mbah Sadiman menghijaukan hutan selama 20 tahun, membetot kesadaran kita untuk kembali meyakini bahwa ujian apapun yang tengah menyapa kehidupan kita harus disikapi dengan sebuah keyakinan “Kasih Tuhan Tak Bertepi”.

Pesan lain yang tidak kalah pentingnya dalam serangkaian kisah buku Kasih Ilahi Tak Bertepi adalah proses dalam menemukan keindahan peristiwa duka yang menerpa harus diiringi dengan semangat berbuat baik kepada sesama manusia secara terus-menerus. “Semua kasih ilahi umumnya tidak terlepas dari hubungan baik antar manusia” terang Nur Cholis Huda.

Dibaca : 35,953 pengunjung.